cerita ini berawal dari seutas kalimat pendek dalam kolom pesan. pesan yang sengaja gw kirim sebagai tanda bahwa semua itu perlu penjelasan, kalau dalam bahasa politiknya klarifikasi.yang namanya niat pribadi ya secara langsung di tunggangi dengan kepentingan pribadi, bahasa alaynya kangen dengan si bebep.
waktu berlalu tak terasa terlihat 18.27 wib, siap2 berangkat menuju harapan yang kuyakini itu indah. memang indah pada saat kami bertemu bertatap muka, namun dalam hitungan menit awan hitam menyelimuti indahnya dunia terang, gelapnya malam terasa semakin gelap terasa pengap menarik nafas. tujuannya indah namun berbalut luka, sebuah kata yang dilontarkan dengan sengaja entah apa tujuannya. memang terlalu berat untuk berfikir secara kompleks mengenai cara pandang pribadi manusia.
malam ini dihiasi renungan akan hal tersebut, hal yang memang kufikir dan kupaksa untuk berfikir mengenai indahnya dibalik semua itu. ya susah memang tapi terus mencoba memaksa diri untuk menjadikan hal tersebut merasuk dan menjadi hal utama dalam pandangan.
entah bagaimana memang kalau kita fikir semuanya hanya fiktif, mengatakan ingin membahagiakan dengan memutarbalikan perasaan. namun tidak apalah itu mungkin hanya sebuah ilusi dalam fikir yang tak menentu, hufzt..terlalu rumit memang hingga sekarang menjadi pemicu akan timbulnya penyakit lama yang tidak diinginkan.

