MODUL PRAKTIKUM
USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM
(Pleurotus
ostreatus)
KEGIATAN PENGEMBANGAN PEDESAAN BERBASIS
AGRIBISNIS
Oleh :
Hendrix
Supardi
FORUM KOMUNIKASI MAHASISWA SUKABUMI
(FKMASI)
Jl. Raya Ciawi Bogor komplek Yayasan Pengembangan Study
Islam Amaliyah
Telp. 085312655048
2011
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam proses pertumbuhan pada makhluk hidup
tentunya tidak terlepas dari adanya elemen yang saling keterikata antara
tanaman yang dibudidayakan, organisme dan lingkungan sekitarnya. Dalam
lingkungan tersebut tentunya ada yang dinilai menguntungkan dalam perkembangan
dan adapula yang merugikan (OPT) baik
secara kuantitas maupun kualitas.
Hampir di setiap tanaman yang dibudidayakan
terdapat Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti contohnya binatang
Pengerat, Cendawan, Vyrus, Bakteri dll. Tanaman budidaya yang banyak diserang
khususnya oleh cendawan (jamur) selain padi adalah tanaman jagung,
Maka dari itu agar tanaman yang kita
budidayakan tidak menurun kadar kualitas dan kauantitasnya selayaknya untuk
mengkaji lebih dalam tentang Organisme Pengganggu Tanaman khususnya Cendawan
(Jamur), mengenai perkembangbiakannya, proses infeksinya, sehingga menemukan
cara untuk pencegahannya.
1.2 Tujuan
Mengetahui cara pembibitan
jamur tiram serta pengembangannya menjadi usaha budidaya untuk meningkatkan
kesejahteraan petani pedesaan berbasis agribisnis.
Melaksanakan tri dharma
perguruan tinggi tentang pengabdian masyarakat.
1.3 Waktu
dan Tempat
Pelatihan ini dilaksanakan di Desa
Kalapa tunggal kecamatan cimanggu kabupaten sukabumi., pada pukul 08.00 s.d
selesai
1.4 Metoda Pelatihan
Dalam melakukan Pelatihan usaha
pembibitan jamur tiram ini di terapkan bebrapa cara atau langkah, yaitu:
a. Materi pengenalan jamur tiram
b. Pelatihan Praktek pada peserta
c. Pelatihan analisis usaha
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus)
adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota
dan termasuk kelas Homobasidiomycetes
dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya
berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak
cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster
Mushroom.
A.
Karakteristik
Tubuh buah jamur tiram memiliki
tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti
tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari
jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan
permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit
berlekuk. Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang
berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.
Di alam bebas, jamur tiram bisa
dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh
buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk
atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah
satu jenis jamur kayu. Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat
yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya. Media yang umum dipakai untuk
membiakkan jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari
penggergajian kayu.
Klasifikasi ilmiah
Filum : Basidiomycota
Kelas : Homobasidiomycetes
Ordo :
Agaricales
Famili : Tricholomataceae
Genus : Pleurotus
Spesies : P. ostreatus
Nama binomial
Pleurotus
ostreatus (Champ. Jura.
Vosg. 1: 112, 1872)
B.
Siklus hidup
Pada umumnya jamur tiram, Pleurotus ostreatus, mengalami dua tipe
perkembangbiakan dalam siklus hidupnya, yakni secara aseksual maupun seksual.
Seperti halnya reproduksi aseksual jamur, reproduksi aseksual basidiomycota
secara umum yang terjadi melalui jalur spora yang terbentuk secara endogen pada
kantung spora atau sporangiumnya, spora aseksualnya yang disebut konidiospora
terbentuk dalam konidium. Sedangkan secara seksual, reproduksinya terjadi
melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan betina
membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa. Spora seksual
pada jamur tiram putih, disebut juga basidiospora yang terletak pada kantung
basidium.
Mula-mula basidiospora bergerminasi
membentuk suatu masa miselium monokaryotik, yaitu miselium dengan inti haploid.
Miselium terus bertumbuh hingga hifa pada miselium tersebut berfusi dengan hifa
lain yang kompatibel sehingga terjadi plasmogami membentuk hifa dikaryotik.
Setelah itu apabila kondisi lingkungan memungkinkan (suhu antara 10-20 °C,
kelembapan 85-90%, cahaya mencukupi, dan CO2 < 1000 ppm) maka tubuh buah
akan terbentuk. Terbentuknya tubuh buah diiringi terjadinya kariogami dan
meiosis pada basidium. Nukleus haploid hasil meiosis kemudian bermigrasi menuju
tetrad basidiospora pada basidium. Basidium ini terletak pada bilah atau sekat
pada tudung jamur dewasa yang jumlahnya banyak (lamela). Dari spora yang
terlepas ini akan berkembang menjadi hifa monokarion. Hifa ini akan
memanjangkan filamennya dengan membentuk cabang hasil pembentukan dari dua
nukleus yang dibatasi oleh septum (satu septum satu nukleus). Kemudian hifa
monokarion akan mengumpul membentuk jaringan sambung menyambung berwarna putih
yang disebut miselium awal dan akhirnya tumbuh menjadi miselium dewasa
(kumpulan hifa dikarion). Dalam tingkatan ini, hifa-hifa mengalami tahapan
plasmogami, kariogami, dan meiosis hingga membentuk bakal jamur. Nantinya,
jamur dewasa ini dapat langsung dipanen atau dipersiapkan kembali menjadi bibit
induk.
C.
Syarat pertumbuhan
Habitat Alami
Jamur Tiram
|
Tingkat
keasaman media
juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Apabila pH terlalu
rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat. bahkan
mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu
sendiri. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 - 7 dengan menggunakan
kapur (Calsium carbonat).
Kondisi di atas lebih mudah dicapai
di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl.
D.
Kandungan gizi
Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry, Faculty
of Pharmaceutical Universitas Chulangkorn, jamur tiram mengandung protein, air,
kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1,
vitamin B2, dan vitamin C.
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan makanan bernutrisi dengan
kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak
dan kalori. Jamur ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi,
kalsium, karbohidrat, dan protein. Untuk kandungan proteinnya, lumayan cukup
tinggi, yaitu sekitar 10,5-30,4%. Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100
gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10,5-30,4 persen protein, 56,6 persen
karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2
mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100
kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh. Serat jamur sangat baik untuk
pencernaan. Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk
para pelaku diet.
Kandungan gizi jamur tiram menurut Direktorat
Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian. Protein rata-rata 3.5 – 4 % dari
berat basah. Berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan
kubis. Jika dihitung berat kering. Kandungan proteinnya 10,5-30,4%. Sedangkan
beras hanya 7.3%, gandum 13.2%, kedelai 39.1%, dan susu sapi 25.2%. Jamur tiram
juga mengandung 9 macam asam amino yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin,
valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin. 72% lemak dalam jamur
tiram adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi baik yang
menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme
lipid lainnya. 28% asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di
dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak. Jamur tiram juga mengandung
vitamin penting, terutama vitamin B, C dan D. vitamin B1 (tiamin), vitamin B2
(riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol), dalam jamur tiram cukup
tinggi. Mineral utama tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium, dan
Magnesium. Mineral utama tertinggi adalah : Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb. Konsentrasi
K, P, Na, Ca dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%.
Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah,
sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.
Manfaat
Jamur tiram sebagai bahan makanan
Jamur tiram juga memiliki berbagai
manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan
antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain
itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda
Jamur tiram ini memiliki manfaat
kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah serta
beberapa penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat
untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes, anemia. Selain itu
jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan
kadar kolesterol. Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu
penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan. Jamur
tiram ini mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat sebagai antitumor,
menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan. Adanya
polisakarida, khususnya Beta-D-glucans pada jamur tiram mempunyai efek positif
sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan kolesterol,
antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada jamur tiram,
produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal sebagai suplemen
penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat
metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia). Dilihat dari kandungan gizi
yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini termasuk aman untuk dikonsumsi.
Adanya serat yaitu lignoselulosa baik untuk pencernaan. USDA (United States
Drugs and Administration) yang melakukan penelitian pada tikus menunjukkan
bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar
kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi
pakan yang mengandung jamur tiram. Sehingga mereka berpendapat bahwa jamur
tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Di
Jepang saat ini sedang diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang
dapat mencegah timbulnya tumor.
Kumbung/rumah
jamur tiram putih
Biaya pembuatan kumbung pada umumnya
rata-rata mencapai
Gambar berikut ini adalah salah satu
contoh rumah jamur atau kumbung yang terdapat di malaysia dan thailand. Bahan yang
digunakan bukan gedek/besek bambu, melainkan bahan mulsa dan paranet. Rumah
jamur ini memang didesain khusus untuk perkembangan jamur tiram dan merupakan
bangunan semi permanen. Secara detil, perencanaan pembuatan rumah jamur/kumbung
untuk jamur tiram dapat dilihat pada gambar di sebelah ini. Tampak dalam
draftnya, desain rumah jamur tersebut tujuannya adalah untuk menjaga kelembaban
optimal dan mengatur sirkulasi udara yang terbaik untuk perkembangan
pertumbuhan jamur tiram.
bangunan untuk budidaya Jamur Tiram
bangunan jamur terdiri dari beberapa ruangan, diantaranya:
1. Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruangan yang
berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan
Sterilisasi.
2. Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruangan yang
berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah
dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya
mikroba lain).
3. Ruang Inkubasi
Ruangan ini memiliki fungsi untuk
menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning).
Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28 derajat C dengan kelembaban 60% – 80%,
Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam
kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.
4.Ruang Penanaman
Ruang penanaman (growing) digunakan
untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak
penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram
dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 – 22 derajat C dengan
kelembaban 80 – 90%.
BAB
III
BUDIDAYA
Di alam bebas, jamur tiram bisa
dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh
buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk
atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah
satu jenis jamur kayu. Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat
yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya. Dalam budidaya jamur tiram
dapat digunakan substrat, seperti kompos serbuk gergaji kayu, ampas tebu atau
sekam. Hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jamur tiram adalah faktor
ketinggian dan persyarataan lingkungan, sumber bahan baku untuk substrat tanam
dan sumber bibit. Miselium dan tubuh buahnya tumbuh dan berkembang baik pada
suhu 26-30 °C. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mulai dibudidayakan pada tahun
1900. Budidaya jamur ini tergolong sederhana. Jamur tiram biasanya dipeliharan
dengan media tanam serbuk gergaji steril yang dikemas dalam kantung plastik.
a.
Media tanam dan komposisi
Media tanam Pleurotus ostreatus yang
digunakan adalah jerami yang dicampur dengan air, dedak 10% dan kapur 1%. Fungsi
dari jerami adalah sebagai bahan dasar dari pertumbuhan jamur. Jerami
mengandung lignin, selulosa, karbohidrat, dan serat yang dapat didegradasi oleh
jamur menjadi karbohidrat yang kemudian dapat digunakan untuk sintesis protein.
Air pada jerami berfungsi sebagai pembentuk kelembapan dan sumber air bagi
pertunbuhan jamur. Dedak dan kapur merupakan bahan tambahan pada media tanam
Pleurotus ostreatus. Dedak ditambahkan pada media untuk meningkatkan nutrisi
media tanam, terutama sebagai sumber karbohidrat, karbon, dan nitrogen. Kapur
merupakan sumber kalsium bagi pertumbuhan jamur. Selain itu juga kapur
berfungsi untuk mengatur pH media pertumbuhan jamur.
b.
Media lain
Selain jerami, media lain yang dapat
digunakan seperti media serbuk gergaji yang mengandung selulosa, lignin, pentosan,
zat ekstraktif, abu, jerami padi, media limbah kapas, alang-alang, daun pisang,
tongkol jagung, klobot jagung, gabah padi, dan lain sebagainya. Tetapi, tetap
saja pertumbuhan yang paling baik ada di media serbuk gergaji dan merang.
Penyebabnya adalah karena jumlah lignoselulosa, lignin, dan serat pada serbuk
gergaji dan merang memang lebih tinggi. Sebagai contohnya dalam pembuatan media
jerami padi, bahan-bahan yang digunakan adalah 15-20% jerami padi, 2.5% bekatul
kaya karbohidrat, karbon, dan vitamin B komplek yang bisa mempercepat
pertumbuhan dan mendorong perkembangan tubuh buah jamur, 1-1.5% kalsium
karbonat atau kapur menetralkan media sehingga dapat ditumbuhi oleh jamur (pH
6,8 – 7,0). Selain itu, kapur juga mengandung kalsium sebagai penguat batang /
akar jamur agar tidak mudah rontok. 0.5% gips dapat memperkokoh struktus suatu
bahan campuran, dan terakhir 0.25% pupuk TS sebagai nutrisi.
3.1
Alat dan Bahan
Pada praktek pembibitan jamur tiram
ini alat dan bahan yang digunakan adalah :
a. Alat :
· Drum
· Tungku atau kompor
· Plastik tahan panas
· Karet gelang
· Bambu
b. Bahan :
· Bibit Jamur Tiram (F1 dan F2)
· Serbuk Gergaji (1 Karung)
· Kapur (1/2 kg)
· Biji Jagung
· Dedak (4 kg)
· Tepung Singkong (1/4)
3.2
Pembuatan Bibit Jamur Tiram
Budi daya jamur tiram menggunakan substrat
jerami dengan tahapan sebagai berikut: pembuatan media tanam dilakukan dengan
memotong jerami menjadi berukuran 1-2 cm. Rendam jeraminya selama semalaman.
Setelah itu, ditiriskan airnya sebelum ditambahkan dedak 10% dan kapur 1%
sebagai zat hara pertumbuhan jamur. Semua bahan diaduk rata dan campuran bahan
tadi dimasukkan ke dalam plastik yang tahan panas hingga terisi 2/3 bagian.
Baru kemudian dipadatkan (dipukul-pukul dengan botol kaca). Setelah cukup
padat, leher plastik bagian atas dimasukkan pipa paralon dan dibagian tengah
media subtrat diberi lubang dan ditancapkan tips. Selanjutnya ditutupi dengan
kapas lalu media substrat dilapisi dengan kertas dan diikat dengan karet.
Media tersebut disterilisasi pada
121˚C selama 20 menit di dalam autoklaf untuk memastikan bahwa tidak ada
kontaminan yang tumbuh yang mungkin akan mengganggu pertumbuhan jamur. Setelah
steril, media substrat dibuka secara aseptis, lalu tips di tengah-tengah media
dan kapas diambil dengan pinset steril. Lubang yang terbentuk diisi dengan
bibit jamur tiram yang ditumbuhkan pada biji sorgum pada botol (aseptis). Lalu
media ditutup kapas lagi dan dibungkus dengan kertas. Media substrat diinkubasi
pada suhu ruang selama beberapa minggu hingga tumbuh miselium. Setelah tumbuh
miselium, kapas pada media dibuang dan media dibiarkan terbuka. Semprotkan air
setiap hari pada tempat pertumbuhan jamur agar kondisi sekitar lembab dan
mendukung pertumbuhannya. Tubuh buah jamur akan tumbuh secara perlahan-lahan
ketika media lembab dalam waktu sekitar 1 bulan lebihTubuh buah yang sudah
cukup besar diambil dan ditimbang untuk diamati pertumbuhannya setiap minggu.
Dibawah ini adalah langkah – langkah
pembuatan begblog jamur tiram :
a. Drum yang telah disediakan kemudian
dibersihkan dengan tujuan pada saat pengukusan (sterilisasi) tidak ada organism
atau zat lain yang dapat mencemari media tanam jamur. Tambahkan air secukupnya
karena dalam proses pengukusan menggunakan uap air kemudian panaskan dalam
tungku atau kompor.
b. Siapkan bahan berupa Serbuk Gergaji
(1 karung), kapur (1/2 kg), biji jagung, dedak (4 kg), dan tepung singkong (1/4
kg). kemudian semua bahan di campur dan diaduk hingga rata, tambahkan air
secukupnya (penambahan air yang berlebihan dapat menyebabkan kegagalan) dan
aduk hingga merata.
c. Bahan yang telah siap kemudian
dimasukan kedalam kantong plastic tahan panas yang telah disediakan (sisakan 15
cm plastic untuk mengikat) dan dipadatkan.
d. Bahan yang telah dikemas dalam
plastic tahan panas kemudian di ikat dengan tali (karet atau sejenisnya) dengan
rapi, usahakan tidak ada gelembung udara.
e. Kemudian masukan bahan yang sudah
dikemas kedalam drum untuk dilaksanakan pengukusan. Pengukusan dilakukan selama
6 sampai 8 jam agar bakteri dan organism pengganggu mati (steril).
f. Setelah jangka pengukusan selesai,
kemudian keluarkan begblog tadi dan dinginkan sekitar 1 sampai 2 hari hingga
benar-benar dingin (jamur hidup dalam suhu lembab/ tidak panas).
g. Setelah siap, kemudian plastic
dibuka dan serbuk bibit jamur (F1) ditaburkan di sekitar mulut begblog. Pasangkan
cincin (bambu) kemudian ikat lagi (biarkan dalam keadaan terbuka) dan simpan di
tempat yang lembab.
3.3
Perawatan dan Pemanenan
Dalam tahap ini jamur tiram di
kondisikan dalam keadaan lembab,apabila lingkungan yang agak panas maka setiap
hari bgblog harus di embun dengan menggunakan sprayer atau lainnya sebanyak 4
kali dalam sehari (pagi, siang, sore, dan malam). Apabila perawatan dan
pembuatan begblog jamur tiram baik maka akan terlihat dalam waktu kurang dari 1
minggu warna putih yang menutupi serbuk gergaji, hal itu menandakan bahwa bibit
jamur yang ditanam berkembang dengan baik. Setelah beberapa minggu jamur siap
di panen dan dipasarkan.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA


