HEDONISME gaya loe?

Sore sahabat blogger semua, untuk mengisi luang waktu yang ada (disamping laporan Pl yg belum terselesaikan) saya berencana untuk membahas sedikit banyaknya mengenai Hedonisme....
eummmm, gak asing lagi bukann?!!
Tulisan ini saya buat atas dasar iba melihat suasana lingkungan yang semakin mendukung untuk pertumbuhan yang optimal dan percepatan tersebarnya mengenai isme ini. tapi sebelum itu sedikit akan saya ulas mengenai apa sih hedonisme ??ada yg tauuu (padahal sy ge copas :))



Sejarah HEDONISME
Hedonisme berasal dari bahasa Yunani yaitu Hedon dan Isme. Hedon yang artinya kesenangan dan isme bisa diartikan sebagai faham atau pandangan, jadi kalau saya jadikan sebuah kalimat Hedonisme adalah pandangan hidup manusia yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materilah yang menjadi tujuan utama kehidupan manusia. Bagi orang yang beranggapan dan mempunyai isme ini kesenangan, hura-hura, bermewah-mewahan merupakan tujuan hidup demi tercapainya kepuasan diri yang tidak memperdulikan baik atau buruknya terhadap oranglain. nahh loo.
Hedonisme ini muncul pada awal sejarah terbentuknya filsafat, dimana hal ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan filsafat yaitu "apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia", pertanyaan ini diawali oleh mang Sokrates yang menanyakan tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia?. kemudian Aristippos dari Kyrene (433-355 SM) menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan. Aristippos memaparkan bahwa manusia sejak masa kecilnya selalu mencari kesenangan dan bila tidak mencapainya, manusia itu akan mencari sesuatu yang lain lagi. Pandangan tentang 'kesenangan' (hedonisme) ini kemudian dilanjutkan seorang filsuf Yunani lain bernama Epikuros (341-270 SM). Menurutnya, tindakan manusia yang mencari kesenangan adalah kodrat alamiah. Meskipun demikian, hedonisme Epikurean lebih luas karena tidak hanya mencakup kesenangan badani saja --seperti Kaum Aristippos--, melainkan kesenangan rohani juga, seperti terbebasnya jiwa dari keresahan.
Gimana cukup jelas?nah sekarang kita bahas mengenai gejala munculnya isme tersebut.
Gejala yang dapat dicerminkan penyebab timbulnya sang Hedon ini diantaranya adalah rasa GENGSI yang diperoleh dari menonjolkan barang-barang mahal, bermerek atau simbol-simbol lainnya yang melambangkan kemewahan. Bisa kita lihat gejala semacan ini sudah mengakar luas didaerah perkotaan, dimana banyak bermunculan butik dengan baju import yang bermodel sederhana tapi dengan harga yang wooooooooooooooooooooooooooow, tempat makan yang kebanyakan bergaya luar negeri yang bisa merobekkkk dompet sama celana saya yang masih menyandang status sebagai mahasiswa.
Kisah saya jalan-jalan ke Mall menyandang status mahasiswa itu harus bisa beropini kalau dalam kondisi ini, dimana ketika melihat barang-barang yang luar biasa membuat sy harus mengeluarkan rumus analisa ekonomi, laba-rugi, peluang, risk management dan lainnya juga saya dipaksa untuk mengeluarkan opini ketika didekati pelayan dan ditanya ada yang bisa saya bantu, dan saya hanya bisa menjawab " ngaak mbak lihat-lihat saja".
eitt, isme ini bukan hanya dikota-kota besar saja. diperkampungan, dipelosok isme ini mudah dan sangat cepat berkembang. saya ambil sampel didaerah tempat tinggal, wowww disana bisa terlihat sekali gaya hidup update mulai dari pakaian, kendaraan, dan gadget yang membuat isme itu sangat menempel dengan pribadi masyarakat terutama pada remaja. hal ini sangat disayangakan, berkembangnya isme tidak diiringi dengan meningkatnya kesadaraan akan pendidikan. waa'ass